Jumat, 04 Juli 2014

Dreams


Kalau kamu diperbolehkan untuk merangkai mimpi, apa yang akan kamu rangkai?
“Kamu akan ada ditempat yang amat sejuk dalam balutan selendang. Berbahagia karena kamu punya segudang mie instant yang siap makan, juga cermin yang bertebaran untuk menegurmu ketika ada setitik noda dalam wajah . Lalu, kamu berlari tanpa harus merasa lelah, karena km berlari bersama derasnya air yang akan membawamu dalam kesenjaan hingga kegelapan yang indah.” Aku berhenti menerawang
“Merasa tenang bahwa kedamaian bisa tercapai dengan kebersamaan dan kebahagiaan yang terbagi.”
Atau kamu akan merangkai mimpimu seperti ini?
“Kamu yang berada ditempat berliku, setiap tikungan hanya ada naga bermahkota dan memiliki tongkat wasiat. Dimana kamu akan segera dikirim lagi ke sebuah tempat yang amat sempit dan pengap, karena disekelilingmu hanya ada sayuran hijau dan seonggok daging segar yang mengapit tubuhmu layaknya sebuah mentimun dalam burger yang siap disantap oleh sang raja murka?!” sekarang aku merasakan lezatnya burger itu haha
Kamu akan pilih yang mana? Kalau aku akan pilih point kedua. Karena…
Aku ingin menjadi orang yang berpengalaman dalam dunia imajinasi. Merasa menjadi seonggok benda yang hampir mati, sehingga bisa merasakan bagaimana akan menjadi mati.
Aku tak pernah ingin keindahan aku capai dalam mimpi. Karena aku juga tahu, mimpi hanya akan tetap menjadi sebuah mimpi. Dimana hal yang lebih jauh dari harapan untuk mencapai kenyataan. Makanya aku lebih suka untuk berharap bukan bermimpi.
Bermimpi dan berharap itu beda, bermimpi akan menjadi terlihat lebih mustahil karena dia teretak lebih jauh dari kata pencapaian. Bermimpi itu boleh jika kita benar-benar yakin itu tak bisa kita raih. Dan jadikan saja bermimpi itu hiburan dalam pikirmu, karena mimpi hanya akan terwujud dalam imajinasi.
Nyatanya, apakah ada bunga tidurmu yang menjadi kenyataan?!
Aku yakin,jika mimpi itu indah. Pada akhirnya mimpi itu terlebih dahulu akan menjadi sebuah harapan. Dan ingat berharap bukan berarti itu juga akan menjadi kenyataan. Masih ada jalan lagi untuk mencapai sebuah kenyataan . Cukup panjang kan perjalanan dari sebuah mimpi?!
Oleh karena itu, jangan pernah merasa senang bermimpi bertemu sang idola, karena selain alasan diatas. Kamupun akan merasakan kenyataan yang maya. Dan itu akan segera hilang dalam pemikiran, tapi kamu merasa bahwa kamu pernah merasakan. Itu hanya akan menambah rasa jengkel yang mendalam hehe
Dan jika mipimu buruk atau amat buruk, berterimakasihlah. Karena kamu pernah tau dan pernah merasakan keburukan dalam mimpi. Kamu bisa merasakan dan kamu akan cepat melupakannya. Karena saat kamu bermimpi, semua mimpimu hanya akan melewati rongga pemikiran dan hanya sedikit yang memasuki memori. Bukankah kamu sering lupa atas mimpimu barusan?! 
sayang sekali, aku tak bisa menujukan kepuasanku atas apa yang aku pikirkan ini juga tercantum dalam sebuah buku. Dimana saat aku sedang berharap bahwa aku menemukan sebuah jalan pemikiran yang benar-benar sejalan.
“ jadi teruslah berharap”aku tersenyum dan menutup kembali tulisan ini.  
“ Menggapai bintang dan mengantonginya, berayun di ujung bulan, dan berbicara pada manusia bulan, mengapa dibulan pekerjaanmu hanya menjahit, biasanya kelincimu pun ada disini, sekarang dimana dia?” aku menatap lukisan termahal itu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar