Kalau kamu diperbolehkan untuk
merangkai mimpi, apa yang akan kamu rangkai?
“Kamu akan ada ditempat yang amat sejuk dalam balutan
selendang. Berbahagia karena kamu punya segudang mie instant yang siap makan,
juga cermin yang bertebaran untuk menegurmu ketika ada setitik noda dalam wajah
. Lalu, kamu berlari tanpa harus merasa lelah, karena km berlari bersama
derasnya air yang akan membawamu dalam kesenjaan hingga kegelapan yang indah.”
Aku berhenti menerawang
“Merasa tenang bahwa kedamaian bisa tercapai dengan
kebersamaan dan kebahagiaan yang terbagi.”
Atau kamu akan merangkai mimpimu seperti ini?
“Kamu yang berada ditempat berliku, setiap tikungan hanya
ada naga bermahkota dan memiliki tongkat wasiat. Dimana kamu akan segera
dikirim lagi ke sebuah tempat yang amat sempit dan pengap, karena
disekelilingmu hanya ada sayuran hijau dan seonggok daging segar yang mengapit
tubuhmu layaknya sebuah mentimun dalam burger yang siap disantap oleh sang raja
murka?!” sekarang aku merasakan lezatnya burger itu haha
Kamu akan pilih yang mana? Kalau aku akan pilih point kedua.
Karena…
Aku ingin menjadi orang yang berpengalaman dalam dunia
imajinasi. Merasa menjadi seonggok benda yang hampir mati, sehingga bisa
merasakan bagaimana akan menjadi mati.
Aku tak pernah ingin keindahan aku capai dalam mimpi. Karena
aku juga tahu, mimpi hanya akan tetap menjadi sebuah mimpi. Dimana hal yang
lebih jauh dari harapan untuk mencapai kenyataan. Makanya aku lebih suka untuk
berharap bukan bermimpi.
Bermimpi dan berharap itu beda, bermimpi akan menjadi
terlihat lebih mustahil karena dia teretak lebih jauh dari kata pencapaian.
Bermimpi itu boleh jika kita benar-benar yakin itu tak bisa kita raih. Dan
jadikan saja bermimpi itu hiburan dalam pikirmu, karena mimpi hanya akan terwujud
dalam imajinasi.
Nyatanya, apakah ada bunga
tidurmu yang menjadi kenyataan?!
Aku yakin,jika mimpi itu indah. Pada akhirnya mimpi itu
terlebih dahulu akan menjadi sebuah harapan. Dan ingat berharap bukan berarti
itu juga akan menjadi kenyataan. Masih ada jalan lagi untuk mencapai sebuah
kenyataan . Cukup panjang kan perjalanan dari sebuah mimpi?!
Oleh karena itu, jangan pernah merasa senang bermimpi
bertemu sang idola, karena selain alasan diatas. Kamupun akan merasakan
kenyataan yang maya. Dan itu akan segera hilang dalam pemikiran, tapi kamu
merasa bahwa kamu pernah merasakan. Itu hanya akan menambah rasa jengkel yang
mendalam hehe
Dan jika mipimu buruk atau amat buruk, berterimakasihlah.
Karena kamu pernah tau dan pernah merasakan keburukan dalam mimpi. Kamu bisa
merasakan dan kamu akan cepat melupakannya. Karena saat kamu bermimpi, semua
mimpimu hanya akan melewati rongga pemikiran dan hanya sedikit yang memasuki
memori. Bukankah kamu sering lupa atas mimpimu barusan?!
sayang sekali, aku tak bisa
menujukan kepuasanku atas apa yang aku pikirkan ini juga tercantum dalam sebuah
buku. Dimana saat aku sedang berharap bahwa aku menemukan sebuah jalan
pemikiran yang benar-benar sejalan.
“ jadi teruslah berharap”aku
tersenyum dan menutup kembali tulisan ini.
“ Menggapai bintang dan mengantonginya, berayun di ujung
bulan, dan berbicara pada manusia bulan, mengapa dibulan pekerjaanmu hanya
menjahit, biasanya kelincimu pun ada disini, sekarang dimana dia?” aku menatap
lukisan termahal itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar