Setiap aku bertemu, yang aku dapati hanya perasaan aneh, ingin menghindar, ingin berpaling. itu pun saat aku belum benar-benar didepanmu. Entah apa yang membuat aku malu berhadapan denganmu. Tapi aku pun ingin jujur, yang aku tau kamu pun selalu memberikan tatapan itu. Sayangnya aku juga tak bisa menafsirkan apa maksudmu. kalau kamu memang tak peduli, untuk apa kamu berpaling hanya untuk memastikan bahwa itu aku. Bukan hanya satu kali, diam-diam aku memergokimu sedang melihat ujung mataku.
Ada isyarat yang ingin kamu berikan. Aku ingin bertanya. tapi, aku malah menjadi amat malu karea perasaan ingin tahuku. Dan ternyata kamu semakin ingin tahu tentangku. kamu menghampiriku, dan mulai berkata lewat mulut, bukan hanya lewat tatapan.
Pertama kamu menyebut namamu, kamu bilang Andri. Aku balas dan kita saling tersenyum. sungguh hati ini menjadi amat aneh. Aku berada disampingmu saat ini, situasi yang sudah sangat aku tunggu - tunggu, kami tenggelam dalam suasana perkenalan yang lucu, bukan karena ada yang melucu. Tapi karena kami hanya saling diam. Seolah kami sedang berbicara lewat hati.
laki-laki ini adalah dia yang sudah lama berada dalam tanda tanyaku. dan bisa ditebak, bagaimana prerasaanku sekarang, disaat aku bisa berada dalam tanda seruku. Saat aku masih ingin merasakan rasa bahagiaku. dia berbicara, dengan nada lembut, tidak memandangku, dia menyebut satu buah nama. Bertanya banyak tentang nama itu. Aku jawab dengan sangat lancar, karena aku memang tahu segalanya.
Namun kini aku tak lagi tersenyum, aku menyadari semua keindahan ini ternyata tak nyata. bukan karena aku, dia sering melihatku dalam diam. tapi karena seorang perempuan yang selalu bersamaku. dan ini semua karena kamu ingin tahu tentang dia. Aku terlalu bodoh, berkhayal tak berujung. Untuk pertama kalinya aku lihat senyumnya yang tulus. Setelah aku berkata tak ada yang perlu kamu khawatirkan, dia tak lagi dimiliki.
aku berjalan, menghindari dia menatapku dengan mata penuh linangan air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar